Link to this page Link to this page Link to this page Link to this page Link to this page Carian dengan Google

Wednesday, September 24, 2008

MISTERI ANGKA

SELALU ada misteri, pertanyaan, magis, dan juga makna yang tersembunyi di sebalik angka-angka. Mengapa, misalnya, angka 13 menimbulkan penyakit triskaidekaphobia (takut pada angka 13) pada kebanyakan orang; mengapa kita sering menyebut '1001 masalah' untuk banyak persoalan; mengapa kita mengatakan 'kekayaan untuk 7 keturunan' bagi menggambarkan harta yang melimpah; apa erti angka maskulin dan feminin; apa keistimewaan angka 5; mengapa pemain bola sepak berjumlah 11 orang; misteri apa di sebalik 'keajaiban' angka 1 yang membawa pemahaman manusia pada Tuhan, dan sebagainya.



Prof. Annemarie Schimmel, pakar dalam bidang kajian agama dan peradaban dunia, cuba menguak misteri rahsia angka-angka itu dalam bukunya The Mystery of Numbers. Dengan bahan-bahan kajian kuno, setompok ayat suci, telahan yang luas dan mendalam, Schimmel telah membongkar berbagai rahsia sejarah angka-angka dalam berbagai peradaban kuno dan tradisi agama Islam, Yahudi, dan Kristian. Di samping itu, Schimmel turut memasukkan tradisi-tradisi India, Cina dan serba sedikit tradisi Maya. Schimmel juga menjelaskan secara terperinci simbolisme angka-angka orang-orang Amerika pra-Columbus, yang mengembangkan sistem-sistem astronomi, atau mengkaji angka-angka dalam peradaban Indian Amerika atau suku-suku Afrika.

Memang bidang numerologi dan daya magis angka-angka telah menarik perhatian manusia selama ribuan tahun. Matahari dan bulan, sebagai tanda-tanda dalam 'buku' agung alam semesta yang berfungsi mengukur kehidupan manusia ini, selalu menjadikan manusia merasa bahawa angka-angka adalah sesuatu yang bersifat khusus. Angka-angka itu bukan hanya mengelilingi dan menentukan ruang dan waktu dalam rumusan-rumusan abstrak, melainkan juga sebahagian daripada sebuah sistem hubungan-hubungan misterius dengan bintang-bintang dan berbagai fenomena alam lainnya. Generasi-generasi terdahulu selalu memandang fenomena-fenomena ini sebagai berkaitan dengan, atau mempersembahkan roh-roh, dewa-dewa, syaitan-syaitan. Mengetahui angka dan kekuatannya memungkinkan kita mampu menggunakan kekuatan itu untuk mendapatkan bantuan dari roh-roh, menggunakan ilmu sihir, atau membuat doa-doa menjadi lebih berkesan dengan mengulang-ulang mantera-mantera dalam jumlah tertentu. Pengetahuan tentang angka-angka juga tercermin dalam cerita-cerita rakyat dan kesusasteraan tinggi, bahkan dalam muzik yang dianggap memanifestasikan harmoni kehidupan.

Begitu 'tercipta' angka-angka membuktikan 'diri mereka' sebagai organisme yang hidup. Dengan daya dan segala keajaiban 'mereka' sendiri, 'mereka' menyebar ke berbagai sudut peradaban manusia tanpa mengenal batas geografi, suku, ras, atau budaya kecuali 'diri mereka' sendiri. Epistemologi itu yang kemudian menyakinkan banyak pengkaji numerologi, juga ahli fizik, bahawa angka-angka secara hakikat tidak lain adalah kemestian hukum Tuhan, sunnahtullah, sebagaimana alam semesta raya yang tidak terbatas ini.

Dari sudut itulah, kajian Schimmel ini menarik dan menyakinkan sejak zaman kuno, peradaban manusia terus-menerus diperkaya sepanjang sejarah secara 'tulus'. Tidak ada dakwaan bahawa sebuah penemuan adalah hak milik seperti sekarang. Oleh kerana itu, dalam wilayah karya cipta, orang-orang sekarang 'terhutang budi' kepada Phythagoras (lahir pada abad ke-6 Sebelum Masehi) yang menghasilkan karya tak ternilai dan tak terbatas waktu.

Dalam buku ini, Schimmel antara lain mengungkap berbagai warisan penemuan Phythagoras dan dilanjutkan kaum Phythagorean. "Puncak pemikiran Phythagoras adalah idea tentang 'keteraturan': keteraturan muzikal, keteraturan matematik, keteraturan kosmos, dan terakhir, keteraturan etika dan sosial," tulis Schimmel. Keteraturan menciptakan harmoni. Dan harmoni, jika diterjemahkan melalui angka-angka, tercipta justeru bilangan yang selalu terbatas kemampuannya hanya pada 'genap' dan 'ganjil'. Genap dan ganjil itulah sunnahtullah hukum mutlak Tuhan.

Di sinilah, makna falsafah sebenarnya atas misteri angka-angka yang terbatas tetapi sekali gus mengandungi 'ketakterhinggaan', di luar jangkauan akal-akal fikiran manusia. Di bawah bab the number of the primordial being dalam buku ini, Schimmel menguak misteri angka 1 melalui mata batin keagamaan. Angka satu disebutnya sebagai simbol ideal daripada Tuhan kerana Tuhan adalah roh yang dengan sendirinya tidak mempunyai sifat-sifat material. Juga tidak punya lawan. Satu 'Mutlak' dan 'Satu' yang khas wujud-Nya.

Di samping huraian-huraian serius tentang misteri di sebalik angka-angka, sistem-sistemnya yang kompleks dan rumit, buku ini menjelaskan permainan angka-angka yang menakjubkan. Jumlahnya tidak terhingga, dan banyak di antaranya yang sangat lucu dan indah. Misalnya, kita boleh membuat pohon angka dengan mendarabkan dan menambahkan angka-angka tertentu: 1x 9 + 2 =11; 12 x 9 + 3 =111; 123 x 9 + 4 =1111; 1234 x 9 + 5 = 11111...dan seterusnya, sampai mencapai 123456789 x 9 + 10 = 1111111111. Ada pula permainan kotak magis yang diperoleh Maharaja Yu yang hidup di zaman Cina kuno (2198 Sebelum Masehi). Menurut cerita Kung Fu Tze, maharaja ini pernah membina empangan di Sungai Kuning untuk mencegah banjir. Ketika maharaja sedang duduk termenung di tepi sungai itu, muncul kura-kura dewa bernama Hi, yang di punggungnya terdapat sebuah gambar. Jika ditranskripkan dengan angka-angka moden, gambar itu menjelma menjadi kotak magis.

Titik pusatnya adalah angka 5, yang sangat dihormati masyarakat Cina kuno. Biarpun dibolak-balik seperti apa; - garis horinzontal, vertikal, dan diagonalnya, selalu berjumlah 15. Dengan berbagai variasi kotak dan angka-angka, kita mampu menyusun permainan berbagai kotak magis yang inspirasinya diperoleh daripada banyak tradisi bangsa-bangsa kuno.

Daripada permainan-permainan angka seperti itulah, jangan hairan jika kemudian tercipta banyak sekali peranti canggih seperti komputer atau sistem digital yang kita kenal sekarang ini. Lebih menarik lagi, buku yang tergolong unik ini juga menyajikan banyak ilustrasi, gambar kuno, dan simbol-simbol yang bukan sahaja mengagumkan, tetapi juga mencabar untuk dikaji lebih mendalam.

No comments: